1. Mengenal Lele dan aspek bisnisnya.
A. Jenis Ikan Lele apa yang saat ini banyak dijual oleh pasar?
Saat ini, jenis ikan Lele yang banyak beredar dipasaran adalah Lele dumbo.Lele local jarang ditemukan dipasaran karena pertumbuhannya dirasa lebih lambat dibandingkan dengan lele dumbo.
Meskipun demikian, rasa lele lokal sebenarnya jauh lebih gurih dibandingkan dengan lele dumbo.
Meskipun demikian, rasa lele lokal sebenarnya jauh lebih gurih dibandingkan dengan lele dumbo.
Lele dumbo merupakan hasil persilangan antara lele afrika dan lele asal Taiwan. Diperkirakan lele dumbo yang saat ini tersebar luas di Indonesia merupakan hasil introduksi dari Filipina. Selain lele dumbo dari Filipina, saat ini juga telah di introduksi jenis lele dumbo baru hasil introduksi dari Thailand. Dari beberapa uji coba, sifat lele dumbo Thailand lebih unggul dibandingkan dengan lele dumbo asal Filipina. Meskipun secara morfologi lele dumbo Thailand sangat mirip dengan lele dumbo Filipina,akan tetapi pertumbuhannya jauh lebih cepat dan bentuk tubuhnya lebih ideal sehingga edible point (bagian yang bisa dimakan) lebih banyak daripada yang dibuang (by product). Selain itu, dari aspek budidaya dan pemuliaan, potensi ginetisnya juga lebih baik.
B. Seperti apakah ciri-ciri Morfologi lele dumbo dan lele lokal?
Secara umum ikan lele dikenal sebagai catfish atau ikan berkumis. Tubuh ikan lele licin, berlendir, dan tidak bersisik. Mulut ikan lele relatif lebar, yakni seperempat dari panjang tubuhnya. Ciri khas dari lele dumbo adalah adanya empat pasang kumis atau sungut yang terletak disekitar mulutnya. Kekempat pasang sungut tersebut terdiri dari sepasang sungut hidung, Sepasang sungut maksila (rahang atas) dan sepasang sungut mandibula (rahang bawah). Fungsi sungut tersebut adalah sebagai alat peraba ketika berenang dan sebagai sensor ketika mencari makan. Warna tubuh lele menjadi belang-belang ketika mengalami stress. Lele dumbo memiliki tiga sirip tunggal, yakni sirip punggung, sirip ekor dan sirip dubur. Sementara itu sirip yang berpasangan ada dua, yakni sirip dada dan sirip perut. Sirip lele dumbo dilengkapi dangan patil (sirip yang keras) yang berfungsi sebagai alat mempertahankan diri. Lele dumbo termasuk kedalam filum chordata (hewan bertulang belakang), Ordo Ostariophysi, Subordo Silaroidae, Famili Clariidae, Genus Clarias dan Spesies Clarias Gariepinus.
C. Apa saja perbedaan sifat antara lele lokal dan lele dumbo ?
Lele dumbo | Lele lokal |
1. Jika stress atau kaget, warna tubuhnya menjadi terang. 2. Lebih agresif 3. Tidak merusak kolam 4. JIka lapar bersifat khanibal 5. Patil kurang beracun 6. Pertumbuhan cepat, rasa kurang gurih. | 1. Jika stress, warna tubuhnya tidak berubah 2. Kurang agresif 3. Merusak kolam 4. Tida bersifat khanibal 5. Patil memiliki racun 6. Pertumbuhannya agak lambat, rasanya sangat gurih |
D. Benarkah Ikan Lele Dapat bertahan Hidup Meski Dilingkungan Air Yang Kurang Baik?
Memang benar, ikan lele dapat bertahan hidup pada lingkungan yang kualitas airnya sangat jelek atau kandungan oksigennya sangat tipis. Ikan lele dapat hidup didalam air yang kandungannya oksigennya sangat tipis karena memiliki insang tambahan atau Labyrinth. Meskipun masyarakat beranggapan bahwa ikan lele lebih cepat tumbuh hanya dengan memberikan makanan berupa kotoran, dari aspek ketahanan terhadap penyakit, ikan lele yng hidup di air jernih (kualitas lingkungannya baik) lebih baik daripada dilingkungan yang jelek. Kualitas air yang baik untuk pertumbuhan ikan lele adalah kandungan O₂ 6 ppm, CO₂ kurang dari 12 ppm, suhu 24-26⁰C, PH 6-7, NH kurang dari 1 ppm, dan tembus matahari ke dalam air maksimum 30 cm.
E. Seperti apakah kebiasaan hidup ikan lele di alam?
Di alam, ikan lele melakukan pemijahan saat berumur 2-3 tahun. Pemijahan biasanya berlangsung pada awal musim hujan. Faktor-faktor yang merangsang ikan lele melakukan pemijahan pada musim hujan antara lain, munculnya bau tanah yang cukup menyengat dan terjadinya peningkatan kedalaman sungai. Selain rangsangan musim hujan, ikan lele juga akan melakukan perkawinan jika didaerah tersebut banyak tumbuh pakan alami untuk makanan larva-larvanya. Jenis makanan alami tersebut misalnya kutu air. Didaerah itulah ikan lele jantan dan betina berpasang-pasangan dan memiliki wilayah kawin sendiri-sendiri.
Awalnya, ikan lele jantan akan membersihkan wilayah kawinnya dari jasad pengganggu berupa larva. Selain itu, ikan lele jantan mengeluarkan zat pemikat dan akhirnya ikan lele betina menghampirinya. Keduanya lalu bercumbu. Ikan lele jantan biasanya akan menggigit bagian dubur ikan lele batina. Selanjutnya, ikan lele betina akan mengeluarkan telur, lalu diikuti dengan keluarnya sperma dari ikan lele jantan dan terjadilah pembuahan. Proses pemijahan terjadi sekitar 10cm dibawah permukaan air. Telur yang dikeluarkan dan dibuahi akan diletakan di akar-akar tanaman yang ada disekitar sungai. Biasanya telur-telur akan menetas setelah 24-36 jam. Ikan lele jantan lebih aktif menjaga telur-telurnya dibandingkan dengan yang betina. Presentase kehidupan larva ikan lele disungai lebih rendah daripada di kolam, karena kualitas air kolam lebih terjaga, pakannya lebih berkulitas dan relative tidak ada jasad pengganggu.
F. Bagaimana peluang usaha dan prospek bisnis ikan lele?
Ikan lele memiliki prospek bisnis yang sangat baik. Hal ini di dukung oleh rasa dagingnya yang gurih, bergizi tinggi, warnanya putih dan bertekstur halus. Selain itu, ikan berkumis itu juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain pertumbuhannya cepat meskipun dipelihara dengan kepadatan yang tinggi, ketahanan hidupnya tinggi, tidak terlalu “rewel” dalam hal pakan karena termasuk jenis omnivora. Teknologi budidayanya tidak terlalu rumit dan bias di pelihara diberbagai lokasi, misalnya dikolam, sawah, empang, longyam, atau mina padi. Keuntungan lainnya dari budidaya ikan lele adalah tidak perlu di lakukan secara integrated dala satu unit usaha, dari pembenihan hingga pembesaran. Artinya pelaku usaha budidaya bias memilih subsistem yang disukai, misalnya hanya menekuni usaha pendederan atau pembesaran saja.
Saat ini, harga ikan lele di pasaran cukup baik dan relatif setabil, meskipun tidak setinggi harga gurame bahkan ikan mas. Namun yang jelas pemintaan ikan lele terus meningkat. Paling tidak, untuk pasaran lokal para petani ikn lele tidak perlu khawatir karena para pedagang akan selalu memburu hasil produksinya. Ramainya pasaran ikan lele setidaknya bias dilihat dari menjamurnya warung-warung tenda yang menyediakan ikan lele sebagai salah satu menunya. Selain warung tenda, pasar ikan lele juga di serap oleh konsumen rumah tngga, rumah makan, super market,dan catering.
2. Pemeliharaan Ikan Lele
A. Faktor penting Apa Saja yang Dapat Menentukan Keberhasilan Budi Daya Ikan Lele?
a. Induk yang berkualitas
Pilih induk yang jinak, sehat, tidak cacat,berkulit mulus, berwarna cerah, perut tampak kembung,dan jika di pijat terasa lunak. Sebelum dikawinkan, induk tersebut harus diberokan (dipuasakan) terlebih dahulu. Induk yangtelah siap kawin adalah yang berumur tujuh bulan dan mempunyai berat badab sekitar 200gram.
b. Ketersediaan Benih Berkualitas
Benih berkualitas dapat diperoleh dengan cara pembenihan sendiri, yakni memilih indukan yang benar-benar berkualitas, dan melakukan proses pembenihan secara benar. Namun, untuk lebih praktisnya , benih berkualitas dapat diperoleh dari para pembenih yang telah mempunyai reputasi yang cukup baik. Cirri-ciri yang berkualitas adalah ukurannya seragam, tampak sehat, berenang aktif, cepat menyebar ketika ditebarkan kekolam, tidak ada luka ditubuhnya, dan perutnya tidak menggelembung. Jika jarak pembenihan dan lokasi kolam cukup jauh, perlu disiapkan langkah antisipasi, yakni menyediakan oksigen untuk menghindari sewaktu-waktu ikan lele mengalami stress akibat pengangkutan.
c. Persiapan Kolam
Di kolam tembok perlu di lakukan pembilasan berulang-ulang untuk menghindari bau semen pada air kolam. Sementara itu, di kolam tanah, lumpur dan bahan organic yang ada perlu di bersihkan. Setelah tahap penyucihamaan tersebut, kolam perlu dikeringkan. Langkah selanjutnya adalah pengapuran kolam agar pH yang ideal dapat di pertahankan. Kolam sebaiknya perlu diberi filter untuk menghindari masuknya predator pemangsa ikan lele. Penebaran benih dapat di lakukan ketika suhu udara tidak terlampau panas, misalnya padapagi atau sore hari dengan padat penebaran yang bervariasi mnurut pengalaman dan keterampilansetiap petani ikan lele.
d. Pengolahan air
Kendala utama dalam budidaya ikan lele adalah ketika musim kemarau tiba, sebelum kegiatan budidaya dimulai, perlu juga dilakukan pemilihan lokasi yang dekat dengan sumber air. Meskipun ikan lele dapat hidup dikondisi air yang jelek, pengolahan air tetap diperlukan untuk menghasilkan ikan lele yang baik dan berkualitas. Sebaiknya ikan lele hidup di kolam yang airnya mengalir sehingga kualitas airnya tetap terjaga.
e. Pemberian pakan
Meskipun sebagian besar petani ikan lele selalu menggunakan pellet atau pakan buatan, pakan tambahan perlu di berikan. Pakan buatan yang dijual dipasaran memiliki kandungan protein yang bervariasi, yakni 26-30%, tergantung dari umur lele dan tingkat kepadatan kolam. Pakan dapat diberikan dua hari sekali pada pagi dan sore hari. Umumnya, nafsu makan ikan lele akan berkurang jika sedang hujan atau mendung.
f. Pencegahan penyakit
Sebelum penyakit muncul, sebaiknya dilakukan tindakan preventif, yakni dengan menjaga kualitas air. Caranya antara lain menggunakan system filter di kolam pemeliharaan, baik filter alami maupun buatan. Selain itu, mengusahakan agar saluran pemasukan dan pembuangan air di kolam berfungsi dengan baik. Dengan kualitas air yang baik di harapkan ikan lele akan terhindar dari penyakit yang merugikan.
B. Ada berapa tahap pemeliharaan ikan lele di kolam?
Pemeliharaan ikan lele dapat di bagi menjadi tiga tahap, yakni tahap pembenihan, tahap pendederan, dan tahap pembesaran. Setiap tahap di bedakan berdasarkan ukuran dan kepadatan ikan lele di dalam kolam.
a. Tahap pembenihan
Tahap pembenihan merupakan proses pemeliharaan sampai menghasilkan ikan lele ukuran tertentu. Pada tahap ini di perlukan kolam pemijahan, kolam penetasan, dan kolam indukan.kolam pemijahan dan penetasan telur bias di jadikan satu. Di dalam kolam tersebut harus ada tempat khusus bagi ikan lele untuk bersembunyi ketika akan memijah dan kakaban untuk melekatkan telur. Kolam induk berguna untuk menampung induk yang telah memijah. Suasana kolam pemijahan sebaiknya cukup tenang. Sementara itu , kolam untuk penetasan dan perawatan larva memerlukan aerasi yang baik. Lamanya waktu untuk siap di dederkan (berukuran 5-7mm) sekitar 10 hari. Biasanya, dari empat ekor induk (berat rata-rata 500g) di hasilkan 15% telur (dari berat induk), sehingga dari 300g telur akan di hasilkan 210.000 butir telur. Dari seluruh telur yang dihasilkan tersebut, jumlah yang menetas sekitar 50% atau sekitar 105.000 larva. Sementara itu, larva yang biasanya menjadi benih sekitar 95% atau 99,750 benih.
b. Tahap pendederan
Pendederan merupakan kegiatan pemeliharaan anakan ikan lele untuk menghasilkan bnih pembesaran. Persiapan dan perawatan kolam pendederan meliputi beberapa hal sebagai berikut,
1. Pengapuran
Untuk kolam yang baru di buat ditebarkan kapur sebanyak 20-150kg/100m². sementara itu. Untuk kolam yang sudah pernah di gunakan , ditebarkan kapur sebanyak 10-15kg/100m². Kapur tersebut ditebarkan di dasar kolam kemudian diadak bersama-sama dengan lumpur kolam.
2. Pemupukan
Langkah ini di lakukan setelah pengapuran. Jenis pupuk yang bisa di gunakan adalah kotoran ayam, 50-100 kg/m² serta urea dan TSP, masing-masing 0,25kg/100m². kapur tersebut di tebarkan di dasar kolam kemudian di aduk bersama-sama dengan lumpur kolam.
3. Penyemprotan dengan diazinon sebanyak 3-4 ppm
Langkah ini di lakukan untuk menumbuhkan pakan alami berupa infusoria dan rotifer sehingga menjadi lebih banyak. Setelah di semprot, kolam di biarkan selama 5-7 hari, kemudian benih berukuran 1-3cm di tebarkan dengan kepadatan 65-120 ekor/m².
4. Pemberian pakan tambahan
Selama perawatan kolam, bisa di berikan pakan tambahan pakan campuran 10kg bekatul dan sebutir telur bebek. Pemeliharaan ini berlangsung selama 22-30 hari hingga anakan ikan lele berukuran 5-8 cm.
